Persiapan pemilu legislatif 2019

Kesiapan KPU Terhadap Pemilu Legislatif 2019

Untuk menyambut Pemilu legislatif 2019 ini, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan Rakornas pemilu 2019 dalam rangka untuk mempersiapkan secara detail pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019. Dalam Rakornas 2019, Arief Budiman yang merupakan Ketua KPU mengaku sudah mengecek sejumlah persiapan. Nah, seperti apakah kesiapan dari KPU ini, berikut pembahasan selengkapnya.

Sebanyak 76 persen kotak suara telah didistribusikan, namun bagaimana dengan peralatan lain?

Kesiapan selanjutnya yang harus dilakukan oleh KPU adalah persiapan logistik yang berhubungan dengan kotak suara, sampul, hologram, dan tinta. Untuk kotak suaranya telah selesai diproduksi, dan diperkirakan pada bulan Februari surat suara sudah mulai didistribusikan.

Kesiapan ribuan personel hingga sejumlah catatan untuk diperbaiki

Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga telah mengecek kesiapan personelnya. Bahkan Arief menyebut jika KPU telah melakukan rekruitmen sekitar 1.309 personel. Walaupun begitu, Arief menggarisbawahi jika terdapat 12 daerah yang memiliki jumlah personel yang belum lengkap. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, diantaranya adalah ada anggota yang telah lolos mengikuti seleksi KPU di provinsi, seleksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi, termasuk diantaranya telah bekerja selama 2 periode.

Bantuan pengamanan oleh pihak aparat keamanan

Dari segi pengamanan pemilunya, maka Arief dengan kepolisian mengaku sudah saling berkabar dan pastinya meminta mereka untuk menempatkan para petugasnya di masing-masing satuan kerja. Dapat dikatakan bahwa untuk mendukung pengamanan menjelang Pemilu legislatif 2019, sebagaimana perintah UU mulai dari produksi, penyimpanan logistik, dan distribusi, tentunya KPU bekerja sama dengan pihak kepolisian.

Pemutakhiran data pemilih

Jika dilihat dari 34 provinsi, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru menyelesaikan DPT di 28 provinsi. Dan Arief menjelaskan bahwa sisa 6 provinsi lagi yang harus menyelesikan hingga menyempurnakan pemukhtahiran data pemilihnya. Komisi pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan DPT-nya yang kemudian dari DPT itu semua keperluan logistik, pengaturan pelaksanaan, hingga strategi dari peserta pemilu dapat berbasis kepada data DPT itu.

Anggaran pemilu sudah aman

Jika dilihat dari segi anggaran, maka Arief Budiman menjelaskan bahwa dana pemilu baik untuk provinsi hingga kota telah tersedia dengan baik. Untuk penyelenggaraan Pemilu dan Pilpres pada tahun 2019 ini, maka Pemerintah telah mengalokasikan anggaran yaitu Rp24,8 triliun. Arief menjelaskan bahwa tidak ada satupun dari perwakilan  baik itu satuan kerja kabupaten kota maupun satuan kerja provinsi yang menyatakan tidak ada anggarannya. Setidaknya KPU telah mempersiapkan salah satu faktor yang sangat penting, yaitu anggaran untuk pemilu legislatif 2019. Selain itu, alokasi anggaran ini telah bertambah Rp700 miliar atau naik 3 persen jika dibandingkan pada Pemilu 2014 yang lalu yang anggarannya mencapai Rp24,1 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *